berbicara tentang sifat manusia yang paling sering tidak di sadari adalah Iri-dengki. tak sengaja saat aku sudah siap menyambut hari baru, aku menemukan suatu kejanggalan dalam rizki yang aku dapatkan. " apa-apaan ini!" ucapku dalam hati, saat menerima suatu kenyataan berbentuk visual yang belum aku syukuri sepenuhnya, aku melihatnya lagi dan terus ku pandangi dengan keangkuhan hatiku aku berkata " dia sama sekali tidak pantas mendapatkannya, dia mendapatkan bentuk visual itu dengan cara culas, aku mendapatkannya dengan caraku sendiri dan tak pernah sedikitpun aku tidak menghargai harga diriku untuk berbuat curang, harusnya aku yang dapatkan itu", sekali lagi aku mencoba mengirup nafas dalam-dalam dan mengambil tindakan sepenuhnya benar. ya aku tersenyum dengan apa yang aku miliki, inilah cerminku, inilah hasilku, hasil yang kuperoleh selama ini terbayar dengan berupa bentuk visual yang wajib aku syukuri dan aku harus memperindah lagi hasil visualnya.
sekian lama, aku harus menelan ini semua entah itu rasanya manis, pahit ataupun asam. semua harus aku rasakan karena tidak ada pilihan lain, lambat laun aku melupakannya perlahan, aku mencoba bersyukur pada hasil jerih payahku ini, sebagus-bagusnya bentuk visual itu, aku harus lebih bisa berjuang lagi.
dan aku lewati hari dengan melihat bentuk visual yang lebih indah dari kemarin dan beberapa orang berkata seperti " kita sangat merasa jauh lebih baik dari pada kamu ". mereka adalah orang-orang yang kurang beruntung dalam mendapatkan bentuk visual, entah bagaimana sebenarnya mereka adalah orang istimewa yang di percaya oleh Allah untuk melaksanakan sekelimat ujian untuk mencapai bentuk visual yang mereka inginkan, mungkin mereka belum bersyukur atau kurang bersyukur. dan saat itu aku berpikir apa lagi yang salah dari diriku, apalagi yang pernah aku perbuat pada orang lain?. semua itu bersemayam dalam pikiranku, lalu aku mengingat kejadian yang sama yang terjadi padaku kemarin, saat aku merasa aku lebih baik, saat aku merasa aku kurang beruntung. dan kudapatkan jawaban dari semua teka-teki ini, " sejatinya, kita memang akan mendapatkan bentuk visual itu, mau bagus atau tidak, itu tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana cara kita mendapatkannya, cara apa yang akan kita gunakan dan bagaimana kita mensyukurinya"
sekian lama, aku harus menelan ini semua entah itu rasanya manis, pahit ataupun asam. semua harus aku rasakan karena tidak ada pilihan lain, lambat laun aku melupakannya perlahan, aku mencoba bersyukur pada hasil jerih payahku ini, sebagus-bagusnya bentuk visual itu, aku harus lebih bisa berjuang lagi.
dan aku lewati hari dengan melihat bentuk visual yang lebih indah dari kemarin dan beberapa orang berkata seperti " kita sangat merasa jauh lebih baik dari pada kamu ". mereka adalah orang-orang yang kurang beruntung dalam mendapatkan bentuk visual, entah bagaimana sebenarnya mereka adalah orang istimewa yang di percaya oleh Allah untuk melaksanakan sekelimat ujian untuk mencapai bentuk visual yang mereka inginkan, mungkin mereka belum bersyukur atau kurang bersyukur. dan saat itu aku berpikir apa lagi yang salah dari diriku, apalagi yang pernah aku perbuat pada orang lain?. semua itu bersemayam dalam pikiranku, lalu aku mengingat kejadian yang sama yang terjadi padaku kemarin, saat aku merasa aku lebih baik, saat aku merasa aku kurang beruntung. dan kudapatkan jawaban dari semua teka-teki ini, " sejatinya, kita memang akan mendapatkan bentuk visual itu, mau bagus atau tidak, itu tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana cara kita mendapatkannya, cara apa yang akan kita gunakan dan bagaimana kita mensyukurinya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar