suatu ketika, saya mendapati kabar tentang nilai saya dan bisa saya sebutkan mata kuliah itu biasa disebut MPPS sebuah mata kuliah penunjang, untuk semua jurusan.
saya di beritahukan oleh teman saya bahwa saya mendapatkan Nilai B pada mata kuliah tersebut, puji Syukur Alhamdullilah spontan saya panjatkan kepada Ilahi Robbi yang memberikan saya Nilai begitu indah di Pandang mata. dan saya langsung menanyakan kepada semua teman saya "dapat nilai apa kalian ?" dan mereka semua menjawab A. dan dari situ saya Sadar bahwa ada Nilai yang lebih baik dari pada hanya sekedar mendapatkan B.
bahwa betapa mudahnya teman-teman saya mendapatkan Nilai itu, bahwasanya saya merasa saya lebih pantas mendapatkan nilai A di banding mereka, saya tidak memunafikan bahwa mereka memang lebih banyak waktu untuk belajar di bandingkan saya, atau mungkin daya ingat mereka lebih kuat.
lalu saya menceritakan itu kepada dua orang Sahabat Saya, Yang satunya dengan Sabar menjawab bahwa kompetensi tiap orang berbeda, dan dia pun berkata lagi bahwa saya lebih istimewa dari semua teman-teman yang tidak memikirkan orang lain yang lebih membutuhkan bahwasanya saya tidak hanya memikirkan diri sendiri.
dan yang lebih mengejutkan lagi, sahabat saya yang lainnya menjawab bahwa dia benar-benar menggantungkan harga dirinya demi nilai, apapun akan ia lalui dan tempuh hnya untuk sebuah nilai, namun kini sadar setelah ia sudah bekerja semua nilai itu begitu tidak berharga baginya, yang terpenting adalah "SKILL"
dan dia menyadarkan saya bahwa saya dan dia memang PEMBENCI KEKALAHAN, tidak ingin harga diri jatuh karena suatu kekalahan apapun. kita membenci orang-orang berkata "sabar ya" dengan wajah mengasihani karena kita kalah dari mereka.
Intinya, mungkin kita sudah dewasa dengan umur 20 tahun ini, seharusnya kita sadar dan mengenali Diri sendiri dari pada orang lain.jangan hanya Diam untuk bertindak, jangan hanya bicara untuk menanggapi sesuatuDan jangan pernah malu untuk mengakui Kekalahan atau kelemahan Sendiri.
saya di beritahukan oleh teman saya bahwa saya mendapatkan Nilai B pada mata kuliah tersebut, puji Syukur Alhamdullilah spontan saya panjatkan kepada Ilahi Robbi yang memberikan saya Nilai begitu indah di Pandang mata. dan saya langsung menanyakan kepada semua teman saya "dapat nilai apa kalian ?" dan mereka semua menjawab A. dan dari situ saya Sadar bahwa ada Nilai yang lebih baik dari pada hanya sekedar mendapatkan B.
bahwa betapa mudahnya teman-teman saya mendapatkan Nilai itu, bahwasanya saya merasa saya lebih pantas mendapatkan nilai A di banding mereka, saya tidak memunafikan bahwa mereka memang lebih banyak waktu untuk belajar di bandingkan saya, atau mungkin daya ingat mereka lebih kuat.
lalu saya menceritakan itu kepada dua orang Sahabat Saya, Yang satunya dengan Sabar menjawab bahwa kompetensi tiap orang berbeda, dan dia pun berkata lagi bahwa saya lebih istimewa dari semua teman-teman yang tidak memikirkan orang lain yang lebih membutuhkan bahwasanya saya tidak hanya memikirkan diri sendiri.
dan yang lebih mengejutkan lagi, sahabat saya yang lainnya menjawab bahwa dia benar-benar menggantungkan harga dirinya demi nilai, apapun akan ia lalui dan tempuh hnya untuk sebuah nilai, namun kini sadar setelah ia sudah bekerja semua nilai itu begitu tidak berharga baginya, yang terpenting adalah "SKILL"
dan dia menyadarkan saya bahwa saya dan dia memang PEMBENCI KEKALAHAN, tidak ingin harga diri jatuh karena suatu kekalahan apapun. kita membenci orang-orang berkata "sabar ya" dengan wajah mengasihani karena kita kalah dari mereka.
Intinya, mungkin kita sudah dewasa dengan umur 20 tahun ini, seharusnya kita sadar dan mengenali Diri sendiri dari pada orang lain.jangan hanya Diam untuk bertindak, jangan hanya bicara untuk menanggapi sesuatuDan jangan pernah malu untuk mengakui Kekalahan atau kelemahan Sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar