pernahkah kamu? mungkin
hanya sekali sekejap saja dalam hidupmu atau sedetik saja kamu
berpikir, bahwa ada sejuta kata yang ingin aku ungkapkan kepadamu. tak
banyak atau tak lama jika aku ucapkan hanya sebentar, sebuah kata
sederhana yang sering kamu dengar, sebuah kata yang memang sangat sering
kamu ucapkan pada semua wanita yang kamu sukai.
hanya sebentar dan tak kan pula menghabiskan waktumu seperti kamu menghabiskan waktumu dengan yang lain. ini adalah kata yang begitu sederhana, tak kan lama aku mengucapkannya, hanya butuh waktu beberapa detik saja untuk kamu dengarkan baik-baik dari mulut yang sudah tersirat di hatiku. itulah kata yang Raisa tulis dalam secarik kertas yang ia temukan di dalam kelas saat semua orang sudah keluar dari kelas itu.
kini kelas itu menjadi sepi, hanya ada dirinya dan dua orang yang sedang asik berbincang-bincang di belakang raisa, " pokoknya gw gak mau tau, malem ini juga kita mesti nonton" suara itu begitu nyaring terdengar di telinga Raisa, dan sudah sangat sering mungkin Raisa terpaksa menikmati suaranya. lalu lelaki di sampingnya menjawab "iya, ok nanti kita nonton. tapi please ngertiin dulu donk gw, Kakaknya Raisa minta tolong sama gw, anterin Raisa sampe bandara."
"jam berapa lo bisanya ? " tanya wanita itu, sejenak sang lelaki tidak terdengar suaranya, mungkin ia berpikir dan akhirnya raisa menghampiri mereka dengan membawa tas dan beberapa buku yang ia gengam, "gw bisa kok ke bandara sendiri " ucap raisa dan dua orang itu terkejut, "gak apa-apa, gw bisa naik taxi and kadang kakak gw suka khawatiran. "
"kok gitu ris? " tanya sang wanita yang bersuara nyaring, ia terlihat kebingungan menghadapi salah satu temannya itu, raisa hanya tersenyum dan menjawab "kalian udah lama gak nonton kan ? gw juga udah bilang tadi, gw bisa naik taxi "
sang lelakipun bingung dan terheran-heran dengan perkataan raisa. ia berdiri dan mendekatinya " beneran gak apa-apa? lo masih belum sembuh loh " ucapnya sambil memberikan jaketnya dan raisa baru menyadarinya bahwa sekarang sudah menjelang sore, matahari tak lagi menghangatkan tubuhnya. Raisa memakai jaket itu lalu ia mengeluarkan sapu tangan dari tasnya.
" ikh jangan gitu donk ris, ntar lo tambah sakit lagi " ucap wanita itu dan ia tersenyum pada lelakinya " kapan-kapan aja kita nonton " wanita itu berjalan dengan senyuman penuh ikhlas di hatinya, ia melambaikan tangan pada raisa dan kekasihnya " gw duluan yah.. bye ". "bye " jawab mereka. "hati-hati ya Ris and El tolong jagain temen baik gw ini ya " pesan wanita itu lalu ia melangkah lebih cepat lagi untuk keluar dari kelas. "kamu juga hati-hati ya beb" teriak sang lelaki